BIFC 2018 Buktikan Tim Indonesia Mampu Bersaing Di Pentas Internasional

BIFC 2018 Buktikan Tim Indonesia Mampu Bersaing Di Pentas Internasional – Rupanya kemampuan dari Timnas Indonesia mulai mengalami perkembangan. Hal ini dibuktikan pada BIFC (Bali Internasional Football Championship) yang menunjukkan bahwa Tim Indonesia memang memiliki kemampuan untuk bersaing di kancah Internasional. Pasalnya, tim gabungan Kemenpora Badung dan Ragunan (BARA) FC memang akhirnya bisa mengikuti jejak tim para pelajar U-15 Indonesia dengan melenggang menuju babak final di BIFC 2018.

BIFC 2018 Buktikan Tim Indonesia Mampu Bersaing Di Pentas Internasional

Dua wakil Indonesia memang akan bertemu di babak final. Pertandingan antara tim pelajar dan Bara FC menjadi penentuan siapa yang akan menjadi juara di BIFC 2018. Bali International Football Championship menjadi salah satu ajang pembuktian kemampuan para tim Indonesia. BIFC 2018 sendiri ikuti oleh 9 negara, mulai dari China, Thailand, Malaysia, Filipina, Korea Selatan, Jepang dan seterusnya.

Pada babak semifinal sendiri BARA FC memang memiliki kemampuan dengan menumbangkan Malaysia Felda United pada skor 2-0 di Stadion Beji Mandala, Badung, Bali pada Jumat 7 Desember kemarin. Perjalanan BARA FC untuk bisa lolos pada babak final memang bukan jalan yang mulus. Malaysia Felda United yang melanggang di babak semifinal cukup membuat anak asuhan Bambang Warsito ini kerepotan.

Namun, tidak disangka Muhammad Reza mampu menghilangkan kekhawatiran mereka pada menit ke 17. Bahkan gol tersebut disumbangkan melalui titik pinalti. Skor pun terus bertahan hingga babak pertama usai. Namun di babak kedua Reza dan skuatnya tidak langsung merasa leha – leha. Buktinya, Bara FC semakin memperkuat tempo permainan mereka.

Hal ini menjadi tekanan tersendiri untuk Malaysia Felda United. Bahkan, tekanan demi tekanan dari sayap terus didapatkan oleh Felda United. Hingga akhirnya hampir bisa menambahkan gol yang disumbangkan oleh tendangan Ahmad Athallah Araihan. Namun sayangnya, tendangan Athallah belum cukup kuat untuk membobol gawang kiper Felda.

Akhirnya BARA Fc pun harus puas dengan skor 2-0 hingga akhir pertandingan telah berakhir. Walaupun Felda menyerang dari sayap, namun  rupanya tim ini mampu mengatasinya. Oleh karena itu, Bambang Warsito mengungkapkan bahwa kemenangan dikarena kerja sama yang baik oleh Bara F.

Di babak final nantinya, Bara FC akan menghadapi tim pelajar. Namun, pelatih Bara FC menyakinkan bahwa kemenangan bisa diperoleh atas kesiapan masing – masing skuat. Namun begitu, rupanya, Bambang Warsito juga sudah mempersiapkan strategi tersendiri untuk menghadapi U-15 yang berada di bawah asuhan Firman Utina tersebut.

Tim pelajar memang memiliki pertahanan yang kokoh. Namun ada celah pada bagian sisi kiri yang bisa dimanfaatkan oleh Bara FC. Belum lagi, dengan dua pemain penyerang dan gelandang U-15 yang juga cepat. Maka dari itu, strategi Bambang Warsito adalah memanfaatkan celah pada bagian sisi kiri dan mengunci dua pemain tersebut.

Sedangkan pada tempat terpisah, Firman Utina menyakinkan akan siap untuk bertanding melawan Bara FC. Padahal, dirinya berharap bahwa lawan tandingnya di babak final adalah klub dari luar negeri. Pasalnya, dirinya berharap bisa mendapatkan ilmu yang baru.

Sedangkan, Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Raden Isnanta mengatakan bahwa lolosnya tim pelajar dan Bara FC merupakan pembuktian bahwa kualitas para pemain sepak bola usia dini di Indonesia sudah memasuki level Internasional.  Kedua klub memang terus memperlihatkan perlawanan yang tangguh saat menghadapi klub yang berasal dari Jepang, China, Malaysia, Korea Selatan, Filipina dan Thailand. Hal ini membuktikan bahwa Indonesia memang memiliki kemampuan untuk bertanding melawan negara  – negara di Asia Tenggara, Asia hingga kancah dunia, ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *